Masa Lalu Tertinggal
Dia cantik dan lugu
Pemurah, penyayang dan dermawan
Dia juga ramah dan periang
Di taat dan penuh iman dalam jiwa
Sesekali dia marah yang tak bertepi
Sesekali juga redah dalam senyum
Terbungkus riang yang mengajak tertawa dalam-dalam
Kemana perginya itu semua?
Dia kini bukan dulu
Dia kini telah jauh
Jauh dan tinggalkan dulu yang riang
Bahkan jahat, dan kadang kejam dalam dendam
Salah siapa?
Mungkin aku, mungkin juga dia yang beku dalam berlogika
Ini semua tentang dia
Dia yang bukan dulu, karena dia yang dulu itu punyaku
Hanya aku yang punya
Andai saja dia kini adalah dulu
Hanyalah cinta dan kasih saying yang aku anyam untuk dia yang kini telah berpunya.
12 Nopember 2008
Harapan
Sesekali dia menatap penuh Tanya
Sempitkan tatap tanpa jalan
Dekat, teramat dekat terasa
Siapa gerangan? ada apa dengannya?
Mungkinkah dia hadir
Berharap adalah jalanku
Menggapai tak mungkin
Mendesak sangat sang qalbu menyuruh
Keberanian tak punya
Waktu membawa angin mengabarkan
Sia-sia harapanmu
Harapan telah berpunya
Lama sekali
Aku tahu aku jauh
Aku tahu aku beda
Aku juga tahu tak mungkin
Salahkah aku berharap?
08 Desember 2008
Awal Hari
Senyum, canda tawa ria menghiasi
Bertemu, menyapa, gembira hiasi hari
Berceritera, berbagi pengalaman menggema
Pekik tawa bisingkan
Pagi cerah hening dan menyejukkan
Tersulap berganti riuh
Ramai hapus kesejukan
Di pojok ruang aku duduk
Larut dalam khayal
Terdiam, menatap tanpa tawa
Menyapa, disapa sesekali
Awal hari membawa senyum
Awal hari membawa canda
Awal hari menitipkan masa depan
Buatmu sang perombak zaman
23 Oktober 2009
Teropong Masa
Lari hampiri hari, tinggalkan khayal yang puruk
Menggapai dan meraih itu cita-cita
Bertanya....
Untuk apa semua itu?
Hari membawa dia datang
Jauh, teramat jauh tinggalkan alam
Sesekali dia rindukan pulang
Yang diteropong masih jauh
Cita-cita?
Sesekali dia ditanya
Akan terjawab jika teropong mengabarkan
12 Nopember 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar